GxzUBrBMEEakW66FSTGICNpZ9jjSH2aNOIf0tajj
Bookmark

Tanya-Jawab Seputar Zakat Mal

 بسم الله الرحمن الرحيم

gSIFeswokZsTUQQRCpWXMDvqGLDGZNSgmOCHXjfqrLKAbS Tanya-Jawab Seputar Zakat Mal


Tanya-Jawab Seputar Zakat Mal

Segala puji bagi Allah Rabbul 'alamin, shalawat dan salam agar dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yg mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba'd:

Berikut tanya-jawab seputar zakat mal yg kami ambil dari httрѕ://bаznаѕ.gо.іd/kаlkulаtоrzаkаt kemudian kami edit kembali. Semoga Allah menjadikan risalah ini lapang dada karena-Nya dan berguna, ааmіn.

Tanya-Jawab Seputar Zakat Harta benda

1. Pеrtаnуааn: Apakah syarat wajib zakat maal ?

Jаwаb: 1. Islam, 2. Merdeka, 3. Berakal dan baligh, 4. Hartanya menyanggupi nisab (ukuran wajib zakat).

2. Pеrtаnуааn: Berapa nisab zakat maal buat harta baik tabungan atau jual beli dan cara menghitungnya?

Jаwаb: Untuk harta tabungan langsung dan harta barang jualan sebesar 85 gram emas atau setara 72.250.000 (perkiraan harga emas Rp850.000). Tabungan = 2,5% x jumlah tabungan.

Harta barang jualan = 2,5% x (Kapital yg diputar + laba + piutang yg mampu dicairkan - hutang - kerugian).

3. Pеrtаnуааn:  Apakah rumah atau kendaraan beroda empat glamor wajib dijumlah selaku harta yg dizakatkan?

Jаwаb: Hukum asal rumah mewah dan kendaraan beroda empat mewah yg tujuan kepemilikannya buat digunakan tidak terkena zakat. Namun kalau seseorang yg memiliki harta itu bertujuan buat membisniskannya (perdagangan bagi laba) maka wajib dizakati setiap tahun.

4. Pеrtаnуааn: Apakah rumah atau properti yg yang lain yg disewakan wajib dizakati ?

Jаwаb: Rumah maupun properti yang lain yang disewakan, tidak dizakati nilai fisiknya. Namun yg dizakati ialah hasil sewanya. Dalam keputusan Majma’ Fiqh Islami ihwal zakat sewa tanah, properti yang disewakan, wajib dizakati nilainya; sewanya saja dan bukan nilai fisiknya. (Qаrаr Mаjmа’ аl-Fіԛhі аl-Iѕlаmі, muktamar ke-11, Rajab 1409 H).

5. Pеrtаnуааn: Bolehkah zakat mal di berikan dalam bentuk selain duit seperti sembako?

Jаwаb: Zakat Mal harus dalam bentuk asal harta tersebut atau nilainya, ialah dalam bentuk uang. Tidak boleh dirupakan dalam bentuk barang, masakan, pakaian, atau selainnya. Jika terdapat fakir atau miskin yg memang tidak bermanfaat kalau diberi uang, misal karena ia gila, atau mengalami keterbelakangan mental, sehingga jikalau diberi uang kurang berfaedah baginya, atau malah mengakibatkan mafsadat, maka ketika itu boleh diberikan benda yang paling dia perlukan.

6. Pеrtаnуааn: apa mesti diucapkan kalau ini dana zakat?

Jаwаb: Jika kamu menyerahkan zakat kepada orang yang kau yakini beliau berhak menerima, dengan niat zakat, maka ini menjadi zakat yg sah. Kami berharap biar diterima oleh Allah Ta’ala. Dan anda tidak harus menginformasikan terhadap peserta bahwa itu zakat. (Fаtwа Lаjnаh Dаіmаh, no. 11241)

Sekali lagi, ini berlaku jika penerima adalah orang yg kalian yakini sebagai pihak yg berhak mendapatkannya, seperti fakir, miskin atau yg lain. Sementra bila ini dititipkan ke forum atau yayasan penampung zakat, kami mesti memberitahu. Agar petugas bisa menyalurkannya ke sasaran yang benar.

7. Pеrtаnуааn: Siapa saja akseptor zakat?

Jаwаb:  1.Fakir ialah orang yang tidak memiliki apa-apa atau punya sedikit kecukupan tetapi kurang dari setengahnya. 2.Miskin merupakan orang yg mendapatkan setengah kecukupan atau lebih namun tidak memadai. 3. Amil (pengurus zakat). 4. Muallaf (orang-orang yang dibujuk hatinya seperti baru masuk Islam). 5. Fir Riqab (untuk membantu memerdekakan hamba sahaya). 6. Gharimin (orang-orang yang mempunyai utang di jalan Allah dan tidak mampu membayarnya). Fi sabilillah (orang yg berjuang di jalan Allah). 8. Ibnu sabil (Orang yang dalam perjalanan sebab Allah yg tidak memiliki ongkos untuk kembali ke tanah airnya). Lihat Qs. At Taubah: 60.

8. Pеrtаnуааn: Bagaimana zakat maal yang dibagikan segera ke belum dewasa Sekolah Menengah Pertama dhuafa berupa duit tanpa lewat orang tuanya ?

Jаwаb: Jika memang anak Sekolah Menengah Pertama sudah mumayyiz  dan termasuk dalam kalangan yang berhak mendapatkan zakat maka dibolehkan.

9. Pеrtаnуааn: Apabila kami mengeluarkan uang zakat lewat panti asuhan yatim piatu apakah itu sah secara aturan Islam?

Jawab: Pada dasarnya, anak yatim tidak tergolong orang yang berhak mendapatkan zakat. Akan tetapi bila anak yatim itu tidak bisa maka dia berhak mendapatkan zakat. Jadi, yang menyebabkan seorang anak yatim bisa mendapatkan zakat bukan alasannya adalah statusnya selaku yatim, tetapi selaku orang yg tidak bisa.

10. Pеrtаnуааn: Apakah boleh seseorang menyalurkan zakat buat orang tuanya, istri, anak, atau cucunya?

Jаwаb:   Tidak boleh bagi seorang muslim mengeluarkan zakat bagi kedua orang renta kandung hingga ke atas (kakek dan nenek kandung) dan juga dihentikan pula buat anak-anaknya hingga ke bawah (cucu kandung). Bahkan kewajiban dia yakni memberi nafkah buat mereka dari hartanya seandainya mereka butuh dan dia bisa buat memberi nafkah. (Fаtаwа Al Mаr-аh Al Muѕlіmаh, terbitan Darul Haytsam, cetakan pertama, 1423 H, hal. 168)  

Pada prinsipnya, zakat dilarang disalurkan kepada orang yg ongkos hidupnya masih menjadi keharusan/tanggungan muzaki (orang yang berzakat).

11. Pеrtаnуааn: Apakah boleh menawarkan zakat terhadap keluarga istri contohnya mertua, kakak ipar, atau adik ipar yg dipandang menjadi kelompok peserta zakat?

Jаwаb: Memberikan zakat terhadap mertua dan kerabat ipar dibolehkan. Dikarenakan mertua atau keluarga istri secara lazim, bukan termasuk orang yang wajib dinafkahi oleh seorang suami. Meskipun diusulkan bagi suami bagi mengamati keadaan keluarga istrinya, selaku bentuk mu’asyarah bil maruf (melaksanakan interaksi yg bagus) kepada istrinya.

12. Pеrtаnуааn: Bolehkah seorang istri berinfak kepada suami sendiri yang termasuk kelompok mustahik zakat?

Jаwаb: Syaikh Abdul Aziz bin Baz menerangkan, tidak ada persoalan bagi perempuan yg mengeluarkan zakat embel-embel atau zakat yang yang lain kepada suami yang fakir atau memiliki utang yang tidak bisa dilunasi. Jika harta cukup nishab maka wajib zakat. Atau tidak berdosa istri memberi zakatnya terhadap orang yang bukan menjadi tanggungan nafkahnya tergolong suami. Makara, diperbolehkan menyalurkan zakat terhadap suami dalam kondisi membutuhkan.   

Menurut jumhur ulama, suami bukanlah tanggungan istri dalam mencari nafkah, sehingga diperbolehkan bederma terhadap suami yg fakir.

13. Pеrtаnуааn: Apakah boleh zakat disalurkan terhadap kakak dan adik kandung sendiri?

Jаwаb: Muzakki boleh menyerahkan zakatnya kepada selain yang wajib dinafkahi, maka dari itu penyerahan zakat kepada kerabat laki atau perempuan yang kurang mampu dibolehkan. Bahkan menyerahkan zakat ke mereka nilainya lebih utama. Karena di sana ada komponen membangun jalinan silaturahmi. (Dаr аl-Iftа’ аl-Mіѕhrіуаh, no. 6695)

14. Pеrtаnуааn: Bolehkan memperlihatkan zakat kepada paman, bibi, saudara kakek atau nenek atau keponakan?

Jаwаb: Boleh dengan syarat saudara tersebut bukan tergolong orang yg wajib kalian nafkahi. Jika kerabat tersebut tergolong orang yg wajib kami nafkahi, maka dihentikan mendapatkan zakat dari kalian.

Boleh memperlihatkan zakat maal terhadap saudara yang miskin. Bahkan menawarkan zakat kepada saudara, lebih diutamakan ketimbang memberikannya terhadap orang yang lain.

Dalam hadits dijelaskan, bahwa zakat kepada orang miskin nilainya zakat (saja), sedangkan zakat terhadap kerabat, nilainya beberapa: zakat dan silaturahim. (Hr. Nasai, Darimi, Tirmidzi, Ibnu Majah dan dishahihkan al-Albani).

Wallahu a’lam wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam.

Editor: Marwan bin Musa

Maraji’: httрѕ://bаznаѕ.gо.іd/kаlkulаtоrzаkаt
Posting Komentar

Posting Komentar