GxzUBrBMEEakW66FSTGICNpZ9jjSH2aNOIf0tajj
Bookmark

Terjemah Umdatul Ahkam (31)

بسم الله الرحمن الرحيم
wCEAAkGBxMSEhUSExIVFRUVFxgWFxUXFxgVFxcYFxUWFhcXGBcYHSggGBolHRUVIjEhJSkrLi Terjemah Umdatul Ahkam (31)
Tеrjеmаh Umdаtul Ahkаm (31)
Sеgаlа рujі bаgі Allаh Rаbbul 'аlаmіn, ѕhаlаwаt dаn ѕаlаm bіаr tеrlіmраh tеrhаdар Rаѕulullаh, kеluаrgаnуа, раrа ѕаhаbаtnуа, dаn оrаng-оrаng уg mеngіkutіnуа hіnggа hаrі Kіаmаt, аmmа bа'du:
Berikut lanjutan tеrjеmаh Umdаtul Ahkаm karya Imam Abdul Ghani Al Maqdisi (541 H – 600 H) rаhіmаhullаh. Semoga Allah Azza wa Jalla mengakibatkan penerjemahan kitab ini tulus alasannya-Nya dan berguna, ааmіn.
Bab Iddah
326 - عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ: ((تُوُفِّيَ حَمِيمٌ لأُمِّ حَبِيبَةَ , فَدَعَتْ بِصُفْرَةٍ , فَمَسَحَتْ بِذِرَاعَيْهَا , فَقَالَتْ: إنَّمَا أَصْنَعُ هَذَا ; لأَنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ: لا يَحِلُّ لامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاَللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ أَنْ تُحِدَّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلاثٍ , إلاَّ عَلَى زَوْجٍ: أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْراً))
326. Dаrі Zainab binti Ummu Salamah ia berkata, “Ayah Ummu Habibah wafat, kemudian beliau meminta dibawakan wewangian (pada hari ketiga), dulu beliau usapkan ke kedua tangannya, ia berkata, “Aku melaksanakan hal ini karena saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Nir halal bagi perempuan yang beriman terhadap Allah dan hari Akhir berkabung atas mayit lebih dari tiga hari kecuali kepada suami, maka beliau berkabung selama empat bulan sepuluh hari.”
Berkabung merupakan meninggalkan berhias dan memakai parfum.
327 - عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ رضي الله عنها: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: ((لا تُحِدُّ امْرَأَةٌ عَلَى الْمَيِّتِ فَوْقَ ثَلاثٍ , إلا عَلَى زَوْجٍ: أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْراً , وَلا تَلْبَسُ ثَوْباً مَصْبُوغاً إلاَّ ثَوْبَ عَصْبٍ. وَلا تَكْتَحِلُ. وَلا تَمَسُّ طِيباً , إلاَّ إذَا طَهُرَتْ: نُبْذَةً مِنْ قُسْطٍ أَوْ أَظْفَارٍ)) .
327. Dari Ummu Athiyyah radhiyallahu anha, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Wanita dilarang berkabung terhadap mayat lebih dari tiga hari kecuali terhadap suami, maka dia berkabung selama empat bulan sepuluh hari. Ia dihentikan menggunakan pakaian yg dicelup kecuali busana ‘ashb (kain genggang bikinan Yaman yang ada warna putih dan hitam), beliau dihentikan bercelak, tidak mengenakan wewangian kecuali bila telah suci, maka beliau gunakan sedikit wewangian dari qusth atau azhfar.”
328 - عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: ((جَاءَتْ امْرَأَةٌ إلَى رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , إنَّ ابْنَتِي تُوُفِّيَ عَنْهَا زَوْجُهَا , وَقَدْ اشْتَكَتْ عَيْنَهَا أَفَنُكَحِّلُهَا؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: لا - مَرَّتَيْنِ , أَوْ  ثَلاثَاً - ثُمَّ قَالَ: إنَّمَا هِيَ أَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ وَعَشْرٌ. وَقَدْ كَانَتْ إحْدَاكُنَّ فِي الْجَاهِلِيَّةِ تَرْمِي بِالْبَعْرَةِ عَلَى رَأْسِ الْحَوْلِ)) .
فَقَالَتْ زَيْنَبُ: كَانَتْ الْمَرْأَةُ إذَا تُوُفِّيَ عَنْهَا زَوْجُهَا: دَخَلَتْ حِفْشاً , وَلَبِسَتْ شَرَّ ثِيَابِهَا , وَلَمْ تَمَسَّ طِيباً وَلا شَيْئاً حَتَّى تَمُرَّ بِهَا سَنَةٌ , ثُمَّ تُؤْتَى بِدَابَّةٍ - حِمَارٍ أَوْ طَيْرٍ أَوْ شَاةٍ - فَتَفْتَضَّ بِهِ. فَقَلَّمَا تَفْتَضُّ بِشَيْءٍ إلاَّ مَاتَ. ثُمَّ تَخْرُجُ فَتُعْطَى بَعْرَةً , فَتَرْمِي بِهَا ثُمَّ تُرَاجِعُ بَعْدُ مَا شَاءَتْ مِنْ طِيبٍ أَوْ غَيْرِهِ)) .
328. Dari Ummu Salamah radhyallahu anha beliau berkata, “Ada seorang perempuan yang datang kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, bahwasanya putriku suaminya wafat, namun dia merasa sakit pada matanya, maka bolehkah kami memakaikan celak kepadanya?” Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh.” Beliau menyatakan demikian beberapa atau tiga kali, lalu bersabda, “Sesungguhnya (periode berkabungnya) cuma empat bulan sepuluh hari, padahal dulu ada di antara kalian di kala Jahiliyyah yg melempar kotor di akhir tahun.” Zainab berkata, “Dahulu seorang wanita dikala wafat suaminya, maka beliau masuk ke gubuk dan mengenakan busana yg paling jelek, beliau tidak menyentuh parfum dan sesuatu apa pun sampai berlalu setahun, kemudian dihadirkan hewan – keledai, burung, atau kambing – dulu dia mengusapnya, dan lazimnya binatang yang diusapnya sehabis itu mulai mati, kemudian wanita ini keluar dan diberi kotoran, dahulu dia lemparkan. Setelah itu ia boleh menggunakan wewangian atau apa saja yg ia inginkan.”
KITAB LI’AN
329 - عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما ((أَنَّ فُلانَ بْنَ فُلانٍ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , أَرَأَيْتَ أَنْ لَوْ وَجَدَ أَحَدُنَا امْرَأَتَهُ عَلَى فَاحِشَةٍ , كَيْفَ يَصْنَعُ؟ إنْ تَكَلَّمَ تَكَلَّمَ بِأَمْرٍ عَظِيمٍ , وَإِنْ سَكَتَ سَكَتَ عَلَى مِثْلِ ذَلِكَ. قَالَ: فَسَكَتَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - فَلَمْ يُجِبْهُ. فَلَمَّا كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ أَتَاهُ فَقَالَ: إنَّ الَّذِي سَأَلْتُكَ عَنْهُ قَدْ اُبْتُلِيتُ بِهِ. فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَؤُلاءِ الآيَاتِ فِي سُورَةِ النُّورِ ((وَاَلَّذِينَ يَرْمُونَ أَزْوَاجَهُمْ)) فَتَلاهُنَّ عَلَيْهِ وَوَعَظَهُ وَذَكَّرَهُ. وَأَخْبَرَهُ أَنَّ عَذَابَ الدُّنْيَا أَهْوَنُ مِنْ عَذَابِ الآخِرَةِ. فَقَالَ: لا , وَاَلَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ , مَا كَذَبْتُ عَلَيْهَا. ثُمَّ دَعَاهَا , فَوَعَظَهَا , وَأَخْبَرَهَا: أَنَّ عَذَابَ الدُّنْيَا أَهْوَنُ مِنْ عَذَابِ الآخِرَةِ. فَقَالَتْ: لا , وَاَلَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ , إنَّهُ لَكَاذِبٌ. فَبَدَأَ بِالرَّجُلِ فَشَهِدَ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ بِاَللَّهِ: إنَّهُ لَمِنْ الصَّادِقِينَ. وَالْخَامِسَةَ: أَنَّ لَعْنَةَ اللَّهِ عَلَيْهِ إنْ كَانَ مِنْ الْكَاذِبِينَ. ثُمَّ ثَنَّى بِالْمَرْأَةِ. فَشَهِدَتْ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ بِاَللَّهِ: إنَّهُ لَمِنْ الْكَاذِبِينَ , وَالْخَامِسَةَ: أَنَّ غَضَبَ اللَّهِ عَلَيْهَا إنْ كَانَ مِنْ الصَّادِقِينَ. ثُمَّ فَرَّقَ بَيْنَهُمَا. ثُمَّ قَالَ: إنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ أَنَّ أَحَدَكُمَا كَاذِبٌ فَهَلْ مِنْكُمَا تَائِبٌ؟)) ثَلاثاً.
وَفِي لَفْظٍ ((لا سَبِيلَ لَكَ عَلَيْهَا قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , مَالِي؟ قَالَ: لا مَالَ لَكَ. إنْ كُنْتَ صَدَقْتَ عَلَيْهَا فَهُوَ بِمَا اسْتَحْلَلْتَ مِنْ فَرْجِهَا وَإِنْ كُنْتَ كَذَبْتَ فَهُوَ أَبْعَدُ لَكَ مِنْهَا)) .
329. Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, bahwa fulan bin fulan berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana menurut engkau seandainya salah seorang di antara kami mendapat istrinya berbuat zina, apa yang mesti ia lakukan? Jika beliau bicara, maka dia bicara terhadap problem besar, dan jika beliau diam, dia pun membisu kepada duduk perkara besar.” Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam membisu tidak memamerkan balasan. Setelah itu, si fulan datang lagi dan berkata, “Sesungguhnya hal yang kutanyakan itu telah menimpaku,” maka Allah menurunkan beberapa ayat ini di surah An Nuur, “Wаllаdzііnа уаrmuunа аzwааjаhum...dѕt.” Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membacakan ayat itu kepadanya, menasihatinya, dan memperingatkannnya, serta memberikan bahwa azab dunia itu lebih ringan dibandingkan dengan azab alam baka, dahulu fulan berkata, “Demi Allah yang sudah mengutusmu dengan kebenaran. Aku tidak berdusta terhadap hal itu.” Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengundang istrinya, menasihatinya, dan menyampaikan bahwa azab di dunia lebih ringan ketimbang azab di darul baka, maka istrinya berkata, “Demi Allah yg telah mengutusmu dengan menjinjing kebenaran, sebetulnya si fulan dusta.” Maka Beliau meminta si fulan yg pertama bersaksi empat kali dengan menyebut nama Allah bahwa dirinya jujur, sedangkan yang kelima ia bersaksi bahwa laknat Allah akan menimpanya seandainya dia berdusta. Selanjutnya Beliau mengunjungi si perempuan, maka wanita itu pun bersaksi empat kali dengan nama Allah bahwa si laki-laki itu berdusta, sedangkan yg kelima ia bersaksi bahwa marah Allah akan menimpanya jikalau ternyata si laki-laki benar,’ kemudian Beliau memisahkan keduanya dan bersabda, “Sesungguhnya Allah mengenali bahwa salah seorang di antara kamu berdua berdusta, maka adakah di antara kamu berdua yg ingin bertobat?” Beliau mengucapkan hal ini tiga kali.
Dalam lafaz lain disebutkan, “Beliau bersabda, “Kamu telah tidak menguasainya lagi,” maka si fulan berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan hartaku?” Beliau bersabda, “Kamu tidak lagi mempunyai harta. Jika engkau benar, maka engkau telah menghalalkan farjinya, dan jikalau engkau dusta, maka engkau lebih jauh lagi dari harta itu.”
330 - عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما ((أَنَّ رَجُلاً رَمَى امْرَأَتَهُ , وَانْتَفَى مِنْ وَلَدِهَا فِي زَمَنِ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَأَمَرَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَتَلاعَنَا , كَمَا قَالَ اللَّه تَعَالَى , ثُمَّ قَضَى بِالْوَلَدِ لِلْمَرْأَةِ , وَفَرَّقَ بَيْنَ الْمُتَلاعِنَيْنِ)) .
330. Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, bahwa di zaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ada seorang yg menuduh istrinya berzina dan mengingkari anak dari istrinya itu sebagai anaknya, maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan keduanya melaksanakan Li’an sebagaimana yg difirmankan Allah Ta’ala, kemudian Beliau memutuskan bahwa anak itu untuk si wanita dan memisahkan kedua orang yang melakukan Li’an itu.
331 - عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ ((جَاءَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي فَزَارَةَ إلَى النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ: إنَّ امْرَأَتِي وَلَدَتْ غُلاماً أَسْوَدَ. فَقَالَ النَّبِيُّ - صلى الله عليه وسلم - هَلْ لَك إبِلٌ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَمَا أَلْوَانُهَا؟ قَالَ: حُمْرٌ. قَالَ: فَهَلْ يَكُونُ فِيهَا مِنْ أَوْرَقَ؟ قَالَ: إنَّ فِيهَا لَوُرْقاً. قَالَ: فَأَنَّى أَتَاهَا ذَلِكَ؟ قَالَ: عَسَى أَنْ يَكُونَ نَزَعَهُ عِرْقٌ. قَالَ: وَهَذَا عَسَى أَنْ يَكُونَ نَزَعَهُ عِرْقٌ))
 331. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu beliau berkata, “Ada seorang dari Bani Fazarah datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan berkata, “Sesungguhnya istriku melahirkan anak yg berkulit hitam,” maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kamu milik unta?” Ia menjawab, “Ya,” maka Beliau bertanya lagi, “Apa warna kulitnya?” Ia menjawab, “Merah.” Beliau bertanya lagi, “Apakah di antara anaknya ada yg warna kulitnya debu-debu?” Orang itu menjawab, “Ada di antara warna kulit anak unta itu yang bubuk-abu.” Beliau mengajukan pertanyaan, “Dari mana diperoleh warna itu?” Ia menjawab, “Mungkin asal keturunannya ada yang debu-abu.” Beliau pun bersabda, “Kalau begitu hal ini mungkin alasannya asal keturunannya ada yang berwarna kulit gelap.”
 Bersambung…
Wallahu a’lam wa shallallahu ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad wa alaa aalihi wa shahbihi wa sallam
Penerjemah:
Mаrwаn bіn Muѕа
Posting Komentar

Posting Komentar